6 Hal Mengerikan yang Akan Terjadi Jika Indonesia Jadi Negara Komunis
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Jika
dianalogikan sebuah kontes cari jodoh, Indonesia ibarat seorang pria
yang tengah dihadapkan dengan dua wanita cantik bernama liberal dan
komunisme. Karena kedua wanita ini saling berseteru, akhirnya Indonesia
memilih jalan tengah dengan menggandeng demokrasi pancasila yang dinilai
lebih cantik. Komunis pun tak terima hingga akhirnya berusaha merebut
Indonesia lewat apa yang kita kenal dengan G30S.
Ya, komunisme sebenarnya sempat mesra dengan Indonesia, hanya saja
menurut hemat banyak tokoh terkenal berpengaruh dulu, sistem ini timpang
dan banyak celahnya. Akhirnya dipilih ideologi Pancasila yang dipikir
Bung Karno akan mencakup semua pemikiran dan selisih faham kala itu.
Sayangnya, para pengusung komunisme tetap ngotot memaksa sistem ini
untuk diimplementasikan sebagai dasar negara. Lalu dilakukanlah kudeta
yang pada prosesnya berakhir dengan dibantainya simpatisan partai
komunis itu atas perintah Soeharto.
Lalu, seumpama skenario berbalik dan membuat komunis berhasil
mengkudeta, apa yang akan terjadi dengan Indonesia? Ya, yang jelas
mungkin keadaan kita sekarang akan jauh berbeda. Berikut adalah hal-hal
mengerikan yang akan terjadi ketika komunisme menjadi dasar ideologi
Indonesia.
1. Indonesia Kemungkinan akan Seperti Korea Utara
Kita kadang prihatin dengan kondisi rakyat Korea Utara yang sering
digambarkan sangat tertekan dan hidup tak nyaman itu. Kebebasan
dibatasi, sangat tunduk dengan aturan yang ketat, hingga tekanan batin
gara-gara aturan hidup yang harus mematuhi garis yang dibuat pemerintah.
Salah omong sedikit gantung, protes karena ketidakadilan peluru pun
nyasar ke kepala, serta beragam ketidakenakan lainnya.
Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil
klasik dengan harga yang sangat terjangkau maka tempatnya hanya ada di lelang mobil mewah jakarta
Jika Indonesia memakai paham komunis, maka hidup kita mungkin tak jauh beda dengan rakyat Korut di atas [Image Source]Ketika
Indonesia mengimplementasikan sistem komunis, maka mungkin gambaran
besarnya kita akan merasakan apa yang dirasakan rakyat Korea Utara
tersebut. Hidup dalam kekangan, tak nyaman dan sebagainya.
2. Rakyat Dicekoki Propaganda-Propaganda
Jika Indonesia berpaham komunis, maka sudah pasti paham ini akan
dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Mulai dari sekolah dasar hingga
tingkat perguruan tinggi. Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung di influencer marketing sekarang juga Tak hanya lewat kelas-kelas, doktrin komunis
juga akan disebarkan lewat media-media, entah koran atau televisi.
Bahkan mungkin kita hanya punya satu stasiun televisi saja dan itu pun
penuh dengan berita kenegaraan. Poster-poster propaganda ini juga akan banyak bertebaran di jalan-jalan [Image Source]Hasil
dari propaganda ini tentu saja buruk. Kita akan diajarkan membenci
kepada pihak-pihak penentang komunisme sejak kecil, serta kemungkinan
tumbuhnya paham-paham radikal. Tapi, tak selalu begitu juga sih,
buktinya adalah Rusia. Negaranya Vladimir Putin itu seratus persen
komunis, tapi mereka sepertinya agak lebih bebas.
3. Indonesia Kemungkinan Besar Kena Isolasi
Seperti Korut yang sudah seperti dihapus dari peta dunia oleh barat,
mungkin Indonesia juga akan mengalami nasib yang serupa. Ada tapi
dianggap tidak ada. Dampaknya tentu saja soal ekonomi yang akan stagnan
bahkan turun gara-gara embargo. Tidak akan ada kerja sama kita dengan
barat juga bisa dibilang menyusahkan. Indonesia juga mungkin bernasib sama dengan Korut soal isolasi dan pengucilan [Image Source]Pada
akhirnya kita hanya akan beraliansi dengan negara-negara sesama
komunis. Alhasil, mungkin hanya Korut, Kuba, atau Rusia yang akan jadi
teman kita. Lewat negara-negara inilah kita melakukan kegiatan ekonomi
dan sebagainya.
4. Nasionalisasi Aset Mungkin Akan Berakhir Perang
Komunisme tak selalu menyajikan hal-hal buruk, beberapa dari azasnya
justru sangat menarik. Misalnya menasionalisasi semua aset negara, dalam
artian tak ada satu pun sumber daya yang dimiliki atau dikelola asing.
Jika demikian banyak tambang pun akan jadi milik negara, termasuk yang
dikelola Freeport atau NewMont. Wacana nasionaliasi aset pasti akan berujung konfrontasi [Image Source]Sayangnya,
nasionalisasi ini takkan berlangsung damai dan aman. Seperti Kuba yang
diteror gila-gilaan Amerika karena Fidel Castro melakukan nasionalisasi
asetnya, Indonesia juga akan mengalami pergolakan yang sama, bahkan
lebih gila. Misalnya, Amerika pasti akan mati-matian mempertahankan
Freeport. Kalau perlu panggil sekutu-sekutunya. Jika demikian, perang
besar pun takkan terhindarkan.
5. Mungkin Saja Bendera Kita Bukan Lagi Merah Putih
Realisasi ideologi komunisme tentunya tak hanya tertuang dalam
regulasi-regulasi. Tapi juga atribut yang ditampakkan. Entah semboyan,
lagu kebangsaan, atau bahkan bendera negara. Nah, soal bendera ini
mungkin Indonesia tak lagi hanya punya warna merah dan putih sebagai
bendera negara. Tapi, ada sedikit tambahan aksen ala komunis. Bendera negara mungkin juga akan diberi aksen-aksen komunisme [Image Source]Mungkin
dengan menambahkan logo palu dan arit di ujung kiri atau mungkin
atribut representatif lain. Hal ini tak memengaruhi apa pun selain hanya
sebagai penegas saja jika negara ini sudah menjadi bagian dari blok
timur.
6. DN Aidit Mungkin Jadi Pengganti Soekarno
Salah satu pentolan komunis di era orde lama adalah DN. Aidit. Pria
asal Belitung yang pernah kabur dan kembali lagi ini berperan besar
terhadap tumbuh kembangnya komunisme di Indonesia. Lalu jika pada
akhirnya skenario G30S sukses, maka tak pelak akan mengangkat elit
komunis ini merengkuh posisi tertinggi di Indonesia. Bisa menjadi
presiden atau perdana menteri. nikmatnya pertandingan sepak bola di sbobet DN Aidit pun pasti akan jadi tokoh nasional besar [Image Source]Dengan
kejadian ini maka buku-buku sejarah yang pernah kita pelajari di
sekolah akan berubah total. Yang jelas, sosok satu ini akan
digembar-gemborkan sebagai tokoh nasional hebat. Bahkan tak menutup
kemungkinan kita akan menghormat patung raksasanya, seperti yang
dilakukan oleh rakyat Korut terhadap patung Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Kira-kira beginilah yang akan terjadi jika Indonesia menjadi negara
komunis. Cukup mengerikan meskipun hanya dibayangkan saja. Untungnya
sejarah berjalan seperti adanya dan membuat Indonesia seperti sekarang.
Sebenarnya masing-masing ideologi punya kelebihan dan kekurangannya,
namun ditinjau dari sudut pandang kesesuaian, maka memang sudah pas jika
Indonesia menganut demokrasi Pancasila yang sudah sesuai dengan jiwa
orang-orang Indonesia sendiri.
Komentar
Posting Komentar